Pengiriman Dangerous Goods, Syarat dan Cara Kirim

Pengiriman dangerous goods adalah pengiriman barang yang dianggap berbahaya atau berisiko untuk dikirim. Ada beberapa jenis barang “dangerous” yang tidak bisa dikirim lewat ekspedisi atau jika pun bisa dikirim, harus melewati beberapa persyaratan khusus.

Nah, sebelum melakukan pengiriman barang, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apakah barang tersebut jenis dangerous goods atau bukan. Jika barang tersebut termasuk jenis berbahaya, apakah ada persyaratan pengiriman? Yuk, simak penjelasannya sampai selesai.

Pengiriman Dangerous Goods

Pengiriman Dangerous Goods

Pengiriman dangerous goods adalah hal yang masih menjadi pertanyaan banyak konsumen. Sebagian orang mungkin mengira dangerous goods selalu berupa barang-barang limba nuklir atau bahan kimia yang sangat beracun.

Sebenarnya banyak jenis barang yang jauh lebih biasa, tetapi dinilai berbahaya. Pihak yang menangani atau menyimpan jenis produk “dangerous” tersebut, baik di gudang atau truk, kapal atau pesawat bisa mengalami efek buruk atau luka bila produk jatuh, tumpah, pecah atau bersentuhan dengan zat lain.

1. Jenis/Kategori Dangerous Goods

Dangerous goods adalah berbagai jenis barang yang dianggap beresiko oleh kurir untuk dikirim. Agar Anda tidak bingung, berikut ini klasifikasi barang yang berbahaya:

  • Explosive Goods (REX), yaitu berupa barang berbahaya dan mudah meledak, seperti kembang api, petasan, peluru, mesiu dan jenis lainnya.
  • Gases (RPG), yakni jenis barang yang mudah menguap dan memiliki resiko mudah terbakar serta risiko beracun jika terhirup manusia.
  • Flammable Liquids (EFL), yaitu barang berupa zat cairan yang bersifat mudah terbakar, seperti cat, BBM, alkohol dan lainnya.
  • Flammable Solid (RFS), yaitu berupa padatan yang mudah terbakar atau memiliki risiko tinggi untuk terbakar juka terkena gesekan, seperti sulfur, fosfor, alkali metal, dan sodium batteries.
  • Oxidizing Substances (ROX) And Organic Peroxide, yaitu jenis bahan berbahaya yang mudah menguap dan beresiko  terbakar.
  • Toxic (RPB) & Infectious Substance (RIS), yaitu berupa zat beracun dan bersifat menular, seperti pestisida, sianida, spesimen medis, virus hidup, limbah medis dan lainnya.
  • Radioactive Material (RFW) atau bahan radioaktif.
  • Corrosive (RCM), berupa barang yang memiliki sifat korosif seperti zay asam, pewarna, asam sulfur, cat, baterai, sulfida, nitric acid dan lainnya.
  • Miscellaneous Dangerous Goods (RMD), yaitu barang lain yang dianggap mengancam keselamatan penerbangan jika diangkut menggunakan jalur udara, seperti biang es, kendaraan, magnet, kursi roda elektrik dan lainnya.

2. Prosedur Pengiriman Dangerous Goods

Dangerous Goods merupakan jenis barang yang paling rumit secara regulasi dan mahal biaya pengirimannya. Karena memiliki risiko menimbulkan bahaya bagi manusia, lingkungan atau properti.

Sehingga, ada banyak aturan khusus yang diperlukan untuk pengirimannya. Adapun diantara syarat pengiriman dangerous goods atau barang berbahaya mencakup pengemasan dan pelabelan bahan berbahaya serta dokumentasi yang tepat.

Apabila pengiriman bahan berbahaya tidak sesuai dengan ketentuan atau sengaja mengabaikan peraturan, maka akan dikenai denda. Agar tidak salah, berikut cara pengiriman dangerous goods yang aman:

  • Melakukan klasifikasi bahan dengan cara memberikan safety data sheet (SDS) kepada seluruh pihak yang menangani dangerous goods tersebut.
  • Menghubungi jasa pengiriman. Biasanya pihak jasa akan memberikan opsi pengiriman untuk bahan berbahaya.
  • Memilih kemasan yang sesuai untuk pengemasan. Kemasan tergantung pada jenis produk, sesuai dengan undang-undang khusus tentang pengemasan produk HAZMAT.
  • Memberi label pada paket untuk menandai bahan berbahaya. Label ini tergantung pada kelasnya, nomor ID, berat barang dan lainnya, sesuai dengan peraturan yang ada.
  • Menyiapkan surat-surat pengiriman, karena beberapa operator membutuhkan dokumen tambahan untuk mengirimkan batang HAZMAT. Dokumen pun tergantung jenis bahan yang diangkut, misalnya nomor identifikasi PBB nama pengiriman yang tepat, jenis paket, kelas bahaya, nomor kontak darurat, kelompok pengepakan, jumlah dan sertifikasi pengirim.
  • Mengidentifikasi persyaratan operator tambahan, karena sebagian operator mempunyai aturan yang hampir sama perihal pengiriman HAZMAT, namun beberapa dari mereka juga mempunyai persyaratan tambahan.

Itulah beberapa cara mengirim dangerous goods agar pengiriman aman dan tidak ditolak. Jangan lupa untuk menyertakan dokumen pendukung berupa dokumen Material Safety Data Sheets (MSDS) dan Certificate of Analysis (COA) jika ada.

3. Armada Pengiriman Dangerous Goods

Selain itu, pengiriman hanya bisa melalui jalur darat seperti pengiriman Kargo dan Ekonomi. Pastikan kondisi kemasan produk berlapis, aman dan tidak bocor. Sebaiknya pengirim menggunakan kemasan tambahan seperti kemasan kayu untuk memastikan barang dalam kondisi yang aman dari guncangan selama proses pengiriman.

Apabila kemasan produk dianggap kurang aman untuk pengiriman dangerous goods, maka pihak kurir akan memberikan biaya tambahan untuk penambahan kemasan kayu sesuai dengan standar yang berlaku oleh layanan pengiriman.

Akhir Kata

Pengiriman dangerous goods adalah hal yang membutuhkan keamanan ekstra untuk mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan. Terdapat sembilan jenis bahan berbahaya yang patut Anda kenali sebelum melakukan pengiriman, agar Anda bisa memilih dan melakukan pengemasan yang sesuai dan dipastikan aman.

 

 

Devi Permata

Tinggalkan komentar